Sabtu, 31 Oktober 2015

Etika Berkomunikasi




Nama              : Rohanah
Tingkat            : 1 B
NPM              : 115080030
Prodi               : Pendidikan Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon

Rangkuman Materi Etika Berkomunikasi

Etika dan Etiket
Etika adalah sebuah tata perilaku seseorang yang dinilai baik atau buruk sedangkan Etiket adalah penilaian pantas atau tidak pantasnya kita melakukan sebuah kegiatan. 

Objek etika:
  • Manusia dinilai manusia lain dari tindakannya (baik-buruk, indah-jelek, sehat-tidak sehat, d.l.l.
  • Tindakan dinilai baik-buruk (etika) terhadap orang lain berarti tindakan tersebut dilakukan dengan sadar atas pilihan atau dengan sengaja
  • Faktor kesengajaan mutlak ada dalam penilaian baik-buruk.
KOMUNIKASI
Dalam dunia pendidikan, komunikasi ini bisa diartikan sebagai usaha manusia dalam menyampaikan ilmu pendidikannya kepada orang lain.

Jadi, etika komunikasi adalah penilaian baik buruk seseorang atau bagaimana seharusnya manusia bertindak dalam usahanya dalam menyampaikan ilmu pendidikannya kepada orang lain dengan menggunakan sarana-sarana atau teknik-teknik untuk mempengaruhi khalayak.

Untuk menjadi seorang guru yang kompeten, ada unsur paedagogis. Ini berkaitan dengan etika berkomunikasi. Di mana paedagogis adalah kemampuan untuk bisa mengajar. Untuk bisa mengajar dan menyampaikan ilmunya, seorang guru harus bisa berkomunikasi dengan etika yang baik.

Unsur komunikasi:
1.      Komunikasi. 
2.      Motif. 
3.      Pesan.
4.     Tujuan. 
5.      Komunikan. 
6.      Media.
7.      Metode.

Manfaat etika:
a.       Agar disegani, dihormati orang lain.
b.      Memudahkan hubungan dengan orang lain. sehingga melancarkan kegiatan hidup dan kerja
c.       Memelihara suasana menyenangkan di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan handai taulan.
d.      Memberi keyakinan pada diri sendiri saat menghadapi orang lain.
e.      Meningkatkan citra pribadi seseorang di mata masyarakat.

Dasar-dasar Komunikasi
Hakikat komunikasi
Secara harfiah komunikasi adalah sebuah hubungan sedangkan berkomunikasi dapat diartikan berhubungan. Dalam kata berkomunikasi terdapat interaksi yang terjadi, minimal dua pihak.

Proses Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses bukan hal yang statis. Implikasi dari hal ini komunikasi memerlukan tempat, dinamis, menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai hasil, melibatkan interaksi bersama, serta melibatkan suatu kelompok.

Syarat-syarat Keberhasilan Komunikasi
1.      Komunikator                               =  kepercayaan penerima dan keterampilan komunikator                                    berkomunikasi.
2.      Pesan                                          = harus mempunyai daya tarik, sesuai dengan kebutuhan                                                       komunikan dan pengalaman.
3.      Komunikan                                  =  kemampuan menafsirkan, memilih dan perhatian terhadap pesan.
4.      Konteks                                       =  berlangsung pada setting/lingkungan tertentu. Jika kondusif maka menunjang.
5.     Sistem penyampaian                     =   metode dan media yang digunakan dalam berkomunikasi.
 
Unsur-unsur komunikasi yang efektif
1.      Gaya komunikasi (communication style)  yang dipakai.
·         Dominance Continuum     =          kecenderungan memerintah, mengendalikan atau mendominasi orang lain.
·         Sociability Continumm      =          Lebih banyak berinteraksi dengan orang lain.


Ada beberapa jenis gaya komunikasi, di antaranya:
a.       Emotive (High Dominance-High Sociability)
Ciri-ciri: optimis, semangat, percaya diri, mempunyai keyakina dan harapan, pantang menyerah, emosional, mencari kesepahaman dan menyukai kesenangan.
b.      Directive (High Dominance-Low Sociability)
Ciri-ciri: orientasi kendali (status quo), mengambil alih, fokus tugas dan pencapaian, berkeinginan kuat, workaholic.
c.       Reflective (Low Dominance-Low Sociability)
Ciri-ciri: logis, inovatif, berhati-hati, individualis, akurat.
d.      Supportive (Low Dominance-High Sociability)
Ciri-ciri: mudah bergaul, rendah hati, diplomatis, tidak tergesa-gesa, tangguh, menyukai kompromi, suka berteman.

2.      Kemampuan Mendengarkan
Untuk menjadi pendengar yang baik ada beberapa sikap yang harus dilakukan saat kita mendengarkan seseorang yang sedang berbicara. Di antaranya sebagai berikut.
1.      Lihat wajahnya.
2.      Konsentrasi.
3.      Tidak interupsi.
4.      Berikan pertanyaan.
5.      Jaga emosi.
6.      Hindari Anda seolah lebih tahu.
7.      Buat catatan.
8.      Jaga sikap tubuh

Sikap-sikap di atas hendaknya dilakukan, karena dengan mendengar ada beberapa hal yang kita dapatkan, diantaranya:
a.       Memahami apa yang disampaikan.
b.      Mendapatkan informasi atau ilmu pengetahuan.
c.       Menunjukkan antusiasme untuk mengenali.
d.      Mengerti tentang lingkungan sekitar.
e.       Meningkatkan hubungan dengan lawan bicara.
f.       Menenangkan hati lawan bicara.
g.      Menghindari kesalahan komunikasi.

3.      Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan langsung kata-kata. Sedangkan non verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata.
Komunikasi Verbal terdiri dari:          Artikulasi, Audibility, Diction, Fluency, Intonasi, Pitch, Pace, Colour, Volume, Rate, Stressing, dan Tone.
Komunikasi Non Verbal terdiri dari:  Facial Expression, Eye Contact, Posture, Touch, dan Gesture.

Tipe Komunikasi
Ada beberapa tipe komunikasi, terdiri dari:

1.      Komunikasi dengan diri sendiri (intrapersonal communication)
Contoh: menentukan sebuah pilihan, intropeksi diri, renungan, kata hati, d.l.l.
2.      Komunikasi Antar Pribadi (interpersonal communication).
Komunikasi yang dilakukan dengan dua orang. Komunikasi ini keduanya harus saling percaya, agar terjadinya sebuah hubungan yang erat di antara keduanya.
3.      Komunikasi Publik (public communication).
Komunikasi yang dilakukan di ruang publik dan disampaikan secara langsung. Contoh: berpidato, ceramah, d.l.l.
4.      Komunikasi Massa (mass communication).
Komunikasi yang tidak langsung dilakukan pada sasaran dan dilakukan melalui media massa, contohnya koran, majalah, televisi, dan media massa lainnya.
Model Komunikasi
Terdiri dari:
1.      Model Analisis Dasar Komunikasi. 
2.      Model Proses Komunikasi. 
3.      Model Partisipasi.
Fungsi Komunikasi
Menurut UNESCO 1980, komunikasi bukan hanya berita dan pesan, tetapi pertukaran data, fakta dan ide.
Fungsi komunikasi dapat diturunkan sebagai berikut:
  • Informasi.
  • Sosialisasi
  • Motivasi
  • Bahan diskusi
  • Pendidikan
  • Memajukan kebudayaan
  • Hiburan
  • Integerasi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar