Nama : Rohanah
Tingkat : 1 B
NPM : 115080030
Prodi : Pendidikan Ekonomi Universitas Swadaya Gunung Jati
Cirebon
Rangkuman Materi
Etika Berkomunikasi
Etika dan Etiket
Etika adalah
sebuah tata perilaku seseorang yang dinilai baik atau buruk sedangkan Etiket
adalah penilaian pantas atau tidak pantasnya kita melakukan sebuah kegiatan.
Objek etika:
- Manusia dinilai manusia lain dari tindakannya (baik-buruk, indah-jelek, sehat-tidak sehat, d.l.l.
- Tindakan dinilai baik-buruk (etika) terhadap orang lain berarti tindakan tersebut dilakukan dengan sadar atas pilihan atau dengan sengaja
- Faktor kesengajaan mutlak ada dalam penilaian baik-buruk.
KOMUNIKASI
Dalam dunia
pendidikan, komunikasi ini bisa diartikan sebagai usaha manusia dalam
menyampaikan ilmu pendidikannya kepada orang lain.
Jadi, etika
komunikasi adalah penilaian baik buruk seseorang atau bagaimana seharusnya
manusia bertindak dalam usahanya dalam menyampaikan ilmu pendidikannya kepada
orang lain dengan menggunakan sarana-sarana atau teknik-teknik untuk
mempengaruhi khalayak.
Untuk menjadi
seorang guru yang kompeten, ada unsur paedagogis. Ini berkaitan dengan etika
berkomunikasi. Di mana paedagogis adalah kemampuan untuk bisa mengajar. Untuk
bisa mengajar dan menyampaikan ilmunya, seorang guru harus bisa berkomunikasi
dengan etika yang baik.
Unsur komunikasi:
1.
Komunikasi. 2. Motif.
3. Pesan.
4. Tujuan.
5. Komunikan.
6. Media.
7. Metode.
Manfaat etika:
a.
Agar
disegani, dihormati orang lain.
b.
Memudahkan
hubungan dengan orang lain. sehingga melancarkan kegiatan hidup dan kerja
c.
Memelihara
suasana menyenangkan di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan handai taulan.
d.
Memberi
keyakinan pada diri sendiri saat menghadapi orang lain.
e.
Meningkatkan
citra pribadi seseorang di mata masyarakat.
Dasar-dasar Komunikasi
Hakikat
komunikasi
Secara harfiah komunikasi adalah sebuah hubungan sedangkan berkomunikasi dapat diartikan berhubungan. Dalam kata berkomunikasi terdapat interaksi yang terjadi, minimal dua pihak.
Secara harfiah komunikasi adalah sebuah hubungan sedangkan berkomunikasi dapat diartikan berhubungan. Dalam kata berkomunikasi terdapat interaksi yang terjadi, minimal dua pihak.
Proses Komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses bukan hal yang statis. Implikasi dari hal ini komunikasi
memerlukan tempat, dinamis, menghasilkan perubahan dalam usaha mencapai hasil,
melibatkan interaksi bersama, serta melibatkan suatu kelompok.
Syarat-syarat Keberhasilan Komunikasi
1.
Komunikator
= kepercayaan penerima dan
keterampilan komunikator berkomunikasi.
2.
Pesan = harus mempunyai daya tarik, sesuai
dengan kebutuhan komunikan dan pengalaman.
3.
Komunikan = kemampuan menafsirkan, memilih dan perhatian terhadap
pesan.
4.
Konteks = berlangsung
pada setting/lingkungan tertentu. Jika kondusif maka menunjang.
5.
Sistem penyampaian = metode
dan media yang digunakan dalam berkomunikasi.
Unsur-unsur komunikasi yang efektif
1.
Gaya komunikasi (communication
style) yang dipakai.
·
Dominance Continuum = kecenderungan memerintah,
mengendalikan atau mendominasi orang lain.
·
Sociability Continumm = Lebih banyak berinteraksi dengan orang
lain.
Ada beberapa jenis gaya komunikasi, di antaranya:
a.
Emotive (High Dominance-High
Sociability)
Ciri-ciri: optimis, semangat, percaya diri, mempunyai keyakina dan harapan, pantang menyerah, emosional, mencari kesepahaman dan menyukai kesenangan.
Ciri-ciri: optimis, semangat, percaya diri, mempunyai keyakina dan harapan, pantang menyerah, emosional, mencari kesepahaman dan menyukai kesenangan.
b.
Directive (High Dominance-Low
Sociability)
Ciri-ciri: orientasi kendali (status quo), mengambil alih, fokus tugas dan pencapaian, berkeinginan kuat, workaholic.
Ciri-ciri: orientasi kendali (status quo), mengambil alih, fokus tugas dan pencapaian, berkeinginan kuat, workaholic.
c.
Reflective (Low Dominance-Low
Sociability)
Ciri-ciri: logis, inovatif, berhati-hati, individualis, akurat.
Ciri-ciri: logis, inovatif, berhati-hati, individualis, akurat.
d.
Supportive (Low Dominance-High Sociability)
Ciri-ciri: mudah bergaul, rendah hati, diplomatis, tidak tergesa-gesa, tangguh, menyukai kompromi, suka berteman.
Ciri-ciri: mudah bergaul, rendah hati, diplomatis, tidak tergesa-gesa, tangguh, menyukai kompromi, suka berteman.
2. Kemampuan
Mendengarkan
Untuk
menjadi pendengar yang baik ada beberapa sikap yang harus dilakukan saat kita
mendengarkan seseorang yang sedang berbicara. Di antaranya sebagai berikut.
1.
Lihat
wajahnya.
2.
Konsentrasi.
3.
Tidak
interupsi.
4.
Berikan
pertanyaan.
5.
Jaga
emosi.
6.
Hindari
Anda seolah lebih tahu.
7.
Buat
catatan.
8.
Jaga
sikap tubuh
Sikap-sikap
di atas hendaknya dilakukan, karena dengan mendengar ada beberapa hal yang kita
dapatkan, diantaranya:
a.
Memahami
apa yang disampaikan.
b.
Mendapatkan
informasi atau ilmu pengetahuan.
c.
Menunjukkan
antusiasme untuk mengenali.
d.
Mengerti
tentang lingkungan sekitar.
e.
Meningkatkan
hubungan dengan lawan bicara.
f.
Menenangkan
hati lawan bicara.
g.
Menghindari
kesalahan komunikasi.
3. Komunikasi
Verbal dan Non Verbal
Komunikasi
verbal adalah komunikasi yang menggunakan langsung kata-kata. Sedangkan non
verbal adalah komunikasi yang tidak menggunakan kata-kata.
Komunikasi Verbal
terdiri dari: Artikulasi, Audibility, Diction, Fluency,
Intonasi, Pitch, Pace, Colour, Volume, Rate, Stressing, dan Tone.
Komunikasi Non
Verbal terdiri dari: Facial Expression, Eye Contact, Posture, Touch, dan Gesture.
Tipe Komunikasi
Ada beberapa
tipe komunikasi, terdiri dari:
1.
Komunikasi
dengan diri sendiri (intrapersonal
communication)
Contoh:
menentukan sebuah pilihan, intropeksi diri, renungan, kata hati, d.l.l.
2.
Komunikasi
Antar Pribadi (interpersonal
communication).
Komunikasi yang dilakukan dengan dua orang. Komunikasi
ini keduanya harus saling percaya, agar terjadinya sebuah hubungan yang erat di
antara keduanya.
3.
Komunikasi
Publik (public communication).
Komunikasi yang
dilakukan di ruang publik dan disampaikan secara langsung. Contoh: berpidato,
ceramah, d.l.l.
4.
Komunikasi
Massa (mass communication).
Komunikasi yang tidak langsung dilakukan
pada sasaran dan dilakukan melalui media massa, contohnya koran, majalah,
televisi, dan media massa lainnya.
Model Komunikasi
Terdiri
dari:
1.
Model
Analisis Dasar Komunikasi. 2. Model Proses Komunikasi.
3. Model Partisipasi.
Fungsi Komunikasi
Menurut
UNESCO 1980, komunikasi bukan hanya berita dan pesan, tetapi pertukaran data,
fakta dan ide.
Fungsi
komunikasi dapat diturunkan sebagai berikut:
- Informasi.
- Sosialisasi
- Motivasi
- Bahan diskusi
- Pendidikan
- Memajukan kebudayaan
- Hiburan
- Integerasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar